SMK Negeri 1 Popayato Timur dan PT. Telkom Indonesia Teken MoU untuk Penyelarasan Kurikulum Berbasis Dunia Industri
Popayato Timur, 20 Mei 2025 — Dalam rangka memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri, SMK Negeri 1 Popayato Timur menggelar kegiatan penyelarasan kurikulum dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT. Telkom Indonesia pada Jumat, 9 Mei 2025 bertempat di
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor PT. Telkom Indonesia Gorontalo ini menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas pendidikan berbasis kebutuhan industri, khususnya di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Kepala SMK Negeri 1 Popayato Timur, Amirudin Ismuhu, M.Pd, dan perwakilan dari PT. Telkom Indonesia, Muhammad Fadhlur Rahman A., serta disaksikan oleh para guru produktif TJKT dan sejumlah beberapa staf lainnya.
Dalam penyampaiannya, Amirudin Ismuhu, M.Pd menyampaikan apresiasi atas inisiasi kerja sama ini. “Kami percaya bahwa penyelarasan kurikulum dengan dunia industri seperti PT. Telkom Indonesia akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kompetensi siswa. Ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Fadhlur Rahman A. selaku perwakilan dari PT. Telkom Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di tingkat pendidikan menengah kejuruan. Kegiatan seperti ini juga telah dilakukan oleh beberapa sekolah lainnya. “Kami melihat potensi besar dari generasi muda di wilayah ini. Dengan menyinergikan kurikulum SMK dan kebutuhan industri, kami berharap dapat mencetak talenta-talenta digital yang kompeten dan inovatif,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup penyusunan kurikulum berbasis industri, pelatihan untuk guru, program magang (Prakerin) bagi siswa, Pelaksanaan Guru Tamu serta penyediaan materi ajar yang selaras dengan perkembangan teknologi terkini. Diharapkan, kolaborasi ini dapat menjadi model kemitraan antara SMK dan industri yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas lulusan dan relevansi pendidikan vokasi di era digital.
(admin, red)