Menumbuhkan Karakter Religius melalui Penerapan 7 KAIH: SMK Negeri 1 Popayato Timur Bangun Budaya Positif Beribadah
Popayato Timur, 18 September 2026 — SMK Negeri 1 Popayato Timur terus berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Penerapan 7 KAIH (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat), khususnya pada aspek Beribadah, yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh murid dan guru sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
Kegiatan beribadah dilaksanakan dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan. Bagi murid dan guru yang beragama Islam, kegiatan dipusatkan di Lapangan Upacara SMK Negeri 1 Popayato Timur dengan melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif sekaligus memperkuat karakter religius peserta didik.
Sholat Dhuha berjamaah dipimpin oleh Penyuluh dari KUA Kecamatan Popayato Timur, Bapak Fardin, yang bertindak sebagai imam. Pelaksanaan kegiatan tidak hanya menjadi momentum untuk menjalankan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi murid untuk memahami pentingnya kedisiplinan, ketenangan, kebersamaan, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, bagi murid dan guru yang beragama Kristen, kegiatan dilaksanakan di Ruang Kelas X TKJ melalui ibadah dan doa bersama. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ibu Pendeta Lesly Amanda Tamalangi. Pelaksanaan kegiatan secara berdampingan menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menghargai keberagaman agama serta memberikan ruang yang sama kepada setiap warga sekolah untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.
Penerapan 7 KAIH merupakan bagian dari pembiasaan karakter melalui tujuh kebiasaan positif, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut diarahkan untuk membantu anak Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang sehat, disiplin, mandiri, berkarakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu mengembangkan potensi dirinya.
Kepala SMK Negeri 1 Popayato Timur menyampaikan bahwa kegiatan beribadah tersebut tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi bagian dari budaya positif di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini kita jadikan sebagai budaya positif di lingkungan SMK Negeri 1 Popayato Timur. Ke depan, kegiatan beribadah ini akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan kedua dan keempat pada bulan berjalan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi bekal yang baik bagi murid agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik dan menjadi pembelajaran yang bermakna dalam kehidupan mereka,” ungkap Kepala Sekolah.
Menurutnya, pendidikan karakter akan memberikan dampak yang lebih kuat apabila dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten. Nilai-nilai yang diperoleh melalui kegiatan beribadah diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat diterapkan murid dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Melalui penerapan 7 KAIH, SMK Negeri 1 Popayato Timur berkomitmen membangun budaya sekolah yang religius, disiplin, sehat, positif, inklusif, dan bermakna. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk tumbuh bersama, melainkan menjadi bagian dari pembelajaran tentang toleransi, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
Dengan demikian, kegiatan beribadah menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Ia menjadi langkah nyata sekolah dalam membentuk generasi SMK yang tidak hanya terampil dan kompetitif, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kepedulian, dan nilai-nilai moral sebagai bekal menghadapi masa depan.
#7KAIH #Beribadah #BudayaPositif #SMKN1PopayatoTimur #SKILLS #SMKBisaHebat #PendidikanKarakter #PembelajaranBermakna
(admin, red)