“Leadership Start Here”: SMK Negeri 1 Popayato Timur Bentuk Pemimpin Muda yang Kreatif, Inovatif dan Solutif melalui LDKS 2026
Popayato Timur, 11 September 2026 — SMK Negeri 1 Popayato Timur melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Leadership Start Here: Membentuk Pemimpin Muda yang Kreatif, Inovatif dan Solutif.” Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 09–11 September 2026, tersebut dipusatkan di Ruang Kelas XII RPL SMK Negeri 1 Popayato Timur.
Kegiatan LDKS diikuti oleh 38 peserta yang merupakan perwakilan murid kelas X dan XI dari tiga kompetensi keahlian, yaitu Agribisnis Tanaman (AT), Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Selain peserta, kegiatan ini juga didukung oleh 10 orang panitia yang berasal dari Pengurus OSIS aktif SMK Negeri 1 Popayato Timur.
Acara pembukaan LDKS secara resmi dilakukan oleh Amirudin Ismuhu, Kepala SMK Negeri 1 Popayato Timur. Salah satu rangkaian penting dalam pembukaan kegiatan adalah penyematan tanda peserta LDKS kepada perwakilan peserta. Penyematan tersebut menjadi simbol dimulainya perjalanan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan kepemimpinan selama tiga hari.
Penyematan tanda peserta bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sebuah tanda bahwa setiap peserta telah resmi menjadi bagian dari kegiatan dan memiliki tanggung jawab untuk mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh. Tanda peserta tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa selama mengikuti LDKS, para peserta akan belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, serta bagaimana mengambil peran dalam organisasi.
Dalam sambutannya, Amirudin Ismuhu menyampaikan bahwa LDKS merupakan salah satu kegiatan penting dalam membekali murid dengan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan yang tidak hanya dibutuhkan dalam organisasi sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
Beliau menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada murid mengenai kepemimpinan, tata kelola organisasi, teknik pengelolaan organisasi, disiplin, serta tanggung jawab. Kemampuan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi murid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi sekolah maupun sebagai generasi muda yang akan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“LDKS bukan hanya tentang bagaimana menjadi seorang pemimpin, tetapi bagaimana belajar bertanggung jawab, mampu bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, mengambil keputusan, dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini juga memberikan ruang kepada murid untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang tidak selalu mereka temukan secara langsung dalam proses pembelajaran di kelas. Jika pembelajaran di kelas lebih banyak memberikan penguatan terhadap pengetahuan dan kompetensi akademik maupun kejuruan, maka LDKS memberikan pengalaman langsung dalam hal kepemimpinan, komunikasi, kerja tim, pengambilan keputusan, pengelolaan organisasi, kedisiplinan, serta penyelesaian masalah.
Sementara itu, Pembina OSIS SMK Negeri 1 Popayato Timur, Yulan Bahutala, dalam pengantar kegiatan menyampaikan bahwa LDKS menjadi landasan atau acuan bagi organisasi agar dapat berjalan dengan baik sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) organisasi.
Menurutnya, organisasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh keberadaan pengurus, tetapi juga oleh kemampuan seluruh anggota dalam memahami aturan, membangun komunikasi, bekerja sama, dan menjalankan program secara terarah. Oleh karena itu, LDKS diharapkan mampu memberikan fondasi yang kuat bagi keberlangsungan kepengurusan OSIS dan kegiatan organisasi siswa di sekolah.
Dari sisi kepanitiaan, Celsi Lorongasal selaku Ketua Panitia menyampaikan kesiapan panitia dalam mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Panitia berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada peserta selama kegiatan berlangsung serta memastikan kebutuhan peserta dapat terlayani dengan baik. Panitia juga menyatakan akan tetap standby selama kegiatan untuk membantu peserta maupun memastikan setiap agenda dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Pada hari pertama pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka mendapatkan berbagai materi kepemimpinan yang disampaikan oleh narasumber dari unsur internal sekolah, yaitu guru, serta unsur eksternal dari TNI. Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang memberikan pengalaman yang berbeda kepada peserta sehingga materi kepemimpinan tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga dikaitkan dengan pengalaman, kedisiplinan, tanggung jawab, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta juga terlihat sangat terkesan dengan materi dan keteladanan kepemimpinan yang diberikan oleh Kepala Sekolah. Hal tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi peserta karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai kepemimpinan diterapkan dalam lingkungan sekolah.
Melalui LDKS Tahun 2026, SMK Negeri 1 Popayato Timur berupaya membangun generasi muda yang tidak hanya berani tampil sebagai pemimpin, tetapi juga mampu mendengar, bekerja sama, berpikir kreatif, menghasilkan inovasi, dan mencari solusi atas setiap permasalahan.
Pada akhirnya, kepemimpinan tidak selalu dimulai dari jabatan. Kepemimpinan dapat dimulai dari hal-hal sederhana: disiplin terhadap waktu, bertanggung jawab terhadap tugas, berani mengambil peran, menghargai orang lain, dan memiliki kemauan untuk terus belajar.
Penyematan tanda peserta menjadi simbol awal dari perjalanan tersebut. Di balik sebuah tanda yang disematkan di dada, terdapat harapan agar setiap peserta mampu membawa pulang bukan hanya materi LDKS, tetapi juga sikap, pengalaman, keberanian, dan tanggung jawab untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Leadership Start Here” menjadi pesan bahwa perjalanan menjadi pemimpin dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Dari ruang kelas, organisasi, dan pengalaman sederhana hari ini, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda SMK Negeri 1 Popayato Timur yang kreatif, inovatif, solutif, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi sekolah, masyarakat, bangsa, dan dunia kerja.
(admin, red)