Popayato Timur — SMK Negeri 1 Popayato Timur melaksanakan kegiatan visitasi akreditasi pada 19–20 Oktober 2026 sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk menunjukkan perkembangan, kesiapan, serta komitmen seluruh warga sekolah dalam mewujudkan pendidikan vokasi yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan murid serta dunia kerja. (20/10/2026)
Pelaksanaan visitasi bertempat di Ruang Laboratorium Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH), dengan melibatkan 22 orang guru dan tenaga tata usaha. Kegiatan berlangsung lancar dengan alokasi waktu sekitar lima jam per hari. Proses visitasi dilaksanakan oleh dua asesor dari BAN-PDM Provinsi Gorontalo, yakni Bapak Drs. Syukrin Zain, M.Pd. sebagai Asesor 1 dan Ibu Isnawati Muchsin, M.Si. sebagai Asesor 2.
Rangkaian kegiatan visitasi terbagi dalam tiga tahapan utama, yaitu temu awal, penggalian informasi melalui pemeriksaan bukti dukung berdasarkan empat komponen utama akreditasi, serta temu akhir. Setiap tahapan menjadi bagian penting dalam proses penilaian untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai penyelenggaraan pendidikan, tata kelola sekolah, pelaksanaan pembelajaran, dan upaya peningkatan mutu yang telah dilakukan.
Pada tahap temu awal, pihak sekolah dan tim asesor membangun kesepahaman mengenai tujuan, mekanisme, serta alur pelaksanaan visitasi. Selanjutnya, pada tahap penggalian informasi, asesor melakukan telaah dokumen dan verifikasi bukti dukung yang telah dipersiapkan sekolah. Bukti tersebut mencakup dokumen administrasi, data pendukung, serta dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video yang menggambarkan pelaksanaan program dan berbagai praktik pendidikan di lingkungan sekolah.
Selain pemeriksaan dokumen, visitasi juga mencakup pengamatan langsung terhadap guru yang melaksanakan pembelajaran melalui kegiatan peer teaching. Kegiatan ini memberikan gambaran mengenai praktik pembelajaran di kelas, termasuk bagaimana guru mengelola proses belajar dan memberikan pelayanan pendidikan kepada murid. Untuk memperkaya informasi, tim asesor juga melaksanakan wawancara dengan unsur terkait, meliputi Ketua Komite Sekolah, perwakilan orang tua, serta perwakilan murid dari setiap jurusan. Pelibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai layanan pendidikan dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Kepala SMK Negeri 1 Popayato Timur menuturkan bahwa perjalanan akreditasi sekolah merupakan proses panjang yang mencerminkan upaya perbaikan dari waktu ke waktu. Pada tahun 2018, sekolah masih berstatus TT (Tidak Terakreditasi). Melalui berbagai upaya pembenahan dan peningkatan mutu, sekolah kemudian memperoleh status Terakreditasi C pada tahun 2021. Pada tahun 2026, sekolah kembali menjalani visitasi dan kini menantikan hasil penilaian sebagai bagian dari tahapan evaluasi mutu pendidikan berikutnya.
Kepala sekolah juga menegaskan bahwa persiapan akreditasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi menjadi kesempatan untuk meninjau kembali pelaksanaan program, mengidentifikasi kekuatan dan kekurangan, serta merumuskan langkah perbaikan yang lebih terarah. Berbagai faktor pendukung telah dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari dokumen dan data dukung hingga dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto maupun video.
Kesiapan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan. Dalam proses persiapan, seluruh guru mengambil peran aktif melalui pembagian tugas ke dalam empat tim yang masing-masing bertanggung jawab terhadap butir-butir akreditasi sesuai pembagian tugas. Pola kerja ini mendorong koordinasi, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama sehingga pelaksanaan persiapan hingga visitasi dapat berjalan dengan tertib dan terarah.
Pada tahap temu akhir, tim asesor menyampaikan sejumlah hasil refleksi yang menjadi perhatian penting bagi sekolah dalam pengembangan mutu ke depan. Beberapa hal yang ditekankan meliputi peningkatan kualitas pelayanan pendidikan kepada murid, terutama dalam pelaksanaan proses pembelajaran; penguatan kemitraan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sebagai unsur inti pendidikan vokasi; serta pengelolaan sarana dan prasarana agar semakin menunjang kegiatan pembelajaran secara optimal.
Selain itu, keterlibatan DUDI dalam proses pendidikan perlu terus diperkuat melalui kehadiran guru tamu dan praktisi yang dapat berbagi pengalaman, pengetahuan, serta keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara pembelajaran di sekolah dan tuntutan kompetensi di lapangan.
Pelaksanaan visitasi akreditasi pada 19–20 Oktober 2026 bukan sekadar tahapan penilaian, melainkan juga ruang refleksi bagi SMK Negeri 1 Popayato Timur untuk memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi seluruh warga sekolah, hasil refleksi dari tim asesor diharapkan menjadi pijakan dalam menyusun program tindak lanjut yang lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata bagi murid.
Melalui komitmen bersama tersebut, SMK Negeri 1 Popayato Timur terus berupaya mengembangkan pendidikan vokasi yang bermutu, memperkuat kemitraan dengan dunia kerja, serta mempersiapkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu bersaing sesuai kebutuhan zaman.
(admin, red)